Mojokerto,Locusdelictinews|Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Mojokerto melaksanakan kegiatan screening penyakit kulit menular (scabies) kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP), sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran penyakit di lingkungan lapas.
Pemeriksaan ini dilakukan oleh tim kesehatan Lapas Mojokerto dengan menyasar sejumlah warga binaan yang menunjukkan gejala seperti gatal-gatal, iritasi kulit, dan ruam. Langkah ini merupakan bagian dari deteksi dini untuk menghindari penyebaran penyakit kulit yang umum terjadi di lingkungan tertutup dan padat.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka.KPLP) Mojokerto, Kinayung Nirwana, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kondisi kesehatan warga binaan serta memastikan lingkungan lapas tetap higienis dan layak huni.
“Scabies adalah penyakit kulit yang sangat mudah menular, terutama di lingkungan padat seperti lapas. Dengan screening ini, kita dapat melakukan penanganan cepat bagi yang terindikasi, serta mencegah penyebaran lebih lanjut,” ujar Kinayung Nirwana.
Selain pemeriksaan, warga binaan juga diberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan sebagai langkah pencegahan. Bagi WBP yang terdeteksi positif, akan diberikan perawatan dan pengobatan sesuai dengan standar medis yang berlaku.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Lapas Mojokerto dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal dan menjaga kualitas hidup warga binaan selama menjalani masa pembinaan..
(Narko)












