Mojokerto,locusdelictinews|Kantor wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto menggelar kegiatan penandatanganan Deklarasi dan Komitmen Bersama dalam rangka memerangi peredaran handphone dan narkoba di dalam lapas, sekaligus penandatanganan komitmen bersama menuju pembangunan Zona Integritas Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Kegiatan ini dilaksanakan di halaman depan Lapas Mojokerto, Selasa (20/1).
Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh pegawai Lapas Mojokerto sebagai bentuk keseriusan dan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, serta bebas dari praktik-praktik terlarang yang dapat merusak integritas institusi.
Penandatanganan deklarasi ini menjadi wujud nyata dukungan seluruh jajaran terhadap upaya pemberantasan peredaran handphone ilegal dan narkoba di dalam lapas, yang selama ini menjadi salah satu tantangan besar dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Selain itu, penandatanganan komitmen bersama menuju pembangunan Zona Integritas WBBM juga menegaskan tekad Lapas Mojokerto untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik, serta menanamkan nilai-nilai integritas di setiap lini kerja.
Kalapas Mojokerto, Rudi Kristiawan, dalam sambutannya mengajak seluruh pegawai untuk benar-benar bersungguh-sungguh dalam menjalankan komitmen yang telah ditandatangani bersama. Ia menegaskan bahwa keberhasilan meraih predikat WBBM hanya dapat dicapai melalui kerja keras dan konsistensi seluruh jajaran.
“Saya mengajak seluruh pegawai untuk bersungguh-sungguh, saling peduli, dan bergotong royong dalam menjaga integritas serta komitmen kita bersama. Dengan kebersamaan dan keseriusan, insyaallah kita bisa mendapatkan WBBM dengan lebih mudah ke depannya,” ujar Rudi Kristiawan.
Menurutnya, deklarasi dan komitmen bersama ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari, baik dalam pelaksanaan tugas pengamanan, pelayanan kepada warga binaan, maupun dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya peran setiap individu dalam menjaga nama baik institusi, dengan tidak memberikan ruang sedikit pun bagi praktik-praktik penyimpangan, termasuk peredaran handphone ilegal dan narkoba di dalam lapas.
Seluruh pegawai yang hadir secara bergantian membubuhkan tanda tangan pada banner deklarasi dan komitmen bersama sebagai simbol kesiapan dan tanggung jawab moral untuk mendukung penuh upaya pemberantasan barang terlarang serta pembangunan Zona Integritas menuju WBBM.
Melalui kegiatan ini, Lapas Mojokerto menegaskan komitmennya untuk terus berbenah, memperkuat pengawasan internal, serta membangun budaya kerja yang berintegritas demi mewujudkan lapas yang bersih, aman, dan melayani, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi di lingkungan pemasyarakatan.
(Nrk)












