Mogok Kerja Massal Dan Demontrasi: Tukang Jagal Surabaya Tolak Pemindahan RPH Pegirian

Peristiwa40 Views
banner 468x60

Surabaya,locusdelictinews|Para tukang jagal sapi dan penjual daging sapi di Surabaya melakukan musyawarah di Serambi Ampel, Kelurahan Sidotopo, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, pada Jum’at (09/1/2026).

Pasalnya, Mereka menyatakan surat terbuka sikap menolak rencana pemindahan RPH Pegirian yang direncanakan oleh Walikota Surabaya. kepada Gubernur Jawa Timur dan kepada Presiden tercinta kita Bapak Prabowo Subiyanto

banner 336x280

Korlap H Abd Jawad dan Abdullah Mansyur S.P S.H, menyampaikan bahwa mereka akan melakukan aksi mogok masal pada Senin (12/01/2026), sehingga tidak akan ada peredaran daging sapi di kota Surabaya.

“Kita panguyupan para jagal dan para pedagang daging se-kota Surabaya menyatakan sikap bahwa kita akan melakukan aksi mogok masal dipastikan kita tidak akan melakukan pemotongan dan penjualan daging sapi sekota Surabaya dan itu kita akan pastikan pada hari Senin (12/01/2026) tidak akan ada peredaran daging sapi sekota Surabaya,” ujar Korlap H Abd Jawad.

Mereka juga akan melakukan aksi demonstrasi besar-besaran dengan membawa ekor sapi sebagai simbol penolakan terhadap rencana pemindahan RPH Pegirian.

“Tuntutan kami yang pertama adalah kita menolak RPH Pegirian Surabaya dipindah ke tempat Oso Wilangon. Kita akan melakukan perlawanan untuk mempertahankan tempat mengais rezeki kami,” tegas Korlap H Abd Jawad.

Aksi ini akan diikuti oleh sekitar 1.000 orang lebih, termasuk jagal, karyawan jagal, pedagang soto, pedagang rawang, UMKM, dan semua elemen yang terkait.

“Kami serius menolak rencana pemindahan RPH Pegirian. Kami akan melakukan perlawanan untuk mempertahankan hak-hak kami,” ungkap Korlap H Abd Jawad.

Tak hanya itu, Penolakan tersebut karena mempunyai alasan dari para jagal. Mereka menilai pemindahan lokasi berpotensi mengganggu distribusi daging serta membahayakan keselamatan pekerja.

Selain jarak, faktor keamanan juga menjadi sorotan. Jalur menuju TOW dikenal rawan kecelakaan dan kerap disebut sebagai ( jalur tengkorak), sehingga dianggap tidak aman dan tidak efisien untuk operasional harian RPH.

“Rencana pemindahan RPH Pegirian telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan tukang jagal dan penjual daging sapi, karena mereka khawatir akan kehilangan mata pencaharian dan berdampak pada ekonomi kota Surabaya.” Pungkasny

 

 

 

 

 

 

(Amsory)

banner 336x280