Mojokerto,locusdelictinewsLembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Mojokerto menggelar kegiatan pengajian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan bersama Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto, Selasa 06 Januari 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid At-Taubah Lapas Mojokerto sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian berbasis keagamaan.
Pengajian ini diikuti oleh WBP muslim dengan penuh khidmat. Hadir sebagai pemateri dari Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto yang menyampaikan tausiyah mengenai pentingnya ketaatan terhadap aturan agama sebagai pedoman hidup, serta menjadikan nilai-nilai keimanan sebagai landasan dalam memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.
Dalam penyampaiannya, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto menekankan bahwa kepatuhan terhadap ajaran agama akan membentuk pribadi yang lebih baik, disiplin, dan bertanggung jawab. WBP diajak untuk menjadikan masa pidana sebagai momentum introspeksi dan hijrah menuju kehidupan yang lebih bermakna setelah bebas nantinya.
Kepala Lapas Mojokerto, Rudi Kristiawan, menyampaikan bahwa kegiatan pengajian rutin merupakan salah satu upaya Lapas dalam membina mental dan spiritual WBP. Ia berharap melalui kegiatan ini, WBP dapat memperkuat iman, memperbaiki akhlak, dan siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.
Kegiatan ini turut didampingi oleh petugas pembinaan Lapas Mojokerto, Syukron, yang secara aktif memastikan kegiatan berjalan tertib dan kondusif. Kehadiran petugas pembinaan menunjukkan komitmen Lapas Mojokerto dalam mendukung penuh program pembinaan kerohanian bagi seluruh WBP.
Salah satu WBP berinisial A mengaku bersyukur dapat mengikuti pengajian tersebut. Ia menyampaikan bahwa kegiatan pengajian sangat bermanfaat karena materi yang disampaikan mampu menenangkan hati dan memotivasinya untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik serta taat kepada ajaran agama.
(Narko)













