Mojokerto,locusdelictinews|Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus akselerasi pembinaan produktif di lingkungan pemasyarakatan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto sukses melaksanakan panen sawi hasil budidaya warga binaan, Rabu (25/6).
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program akselerasi yang dicanangkan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, yang mendorong seluruh satuan kerja pemasyarakatan untuk aktif berkontribusi dalam penguatan ketahanan pangan serta pemberdayaan narapidana.
Kepala Lapas Mojokerto, Rudi Kristiawan, menjelaskan bahwa kegiatan pertanian ini tidak hanya difokuskan pada produksi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan kemandirian dan keterampilan hidup bagi warga binaan.
Panen sawi hari ini adalah bukti nyata bahwa warga binaan bisa menjadi bagian dari solusi nasional. Ini juga sejalan dengan semangat akselerasi yang digagas oleh Bapak Menteri dalam membangun pemasyarakatan yang produktif, berdaya, dan berdampak positif,” ujar Rudi.
Program ini juga menjadi bentuk sinergi antara Lapas dan instansi teknis, termasuk dukungan dari Dinas Pertanian setempat yang memberikan pelatihan budidaya tanaman hortikultura.
Sawi-sawi hasil panen ini rencananya akan dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur Lapas dan sebagian akan disalurkan kepada masyarakat sekitar melalui program bakti sosial. Ini menjadi wujud nyata bahwa lembaga pemasyarakatan dapat memainkan peran strategis dalam membangun ketahanan pangan dan pembinaan yang humanis serta berorientasi pada masa depan.
(Narko)












