MOJOKERTO,Locusdelictinews|Dalam rangka mendukung program pembinaan kemandirian, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik dan Giatja) Lapas Kelas IIB Mojokerto beserta jajaran melakukan koordinasi dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Mojokerto (18/6), terkait pelaksanaan pelatihan keterampilan bagi warga binaan.
Pertemuan ini menjadi langkah awal sinergi antara Lapas Mojokerto dengan BLK Mojokerto untuk menghadirkan program pelatihan bersertifikat yang relevan dan bermanfaat, guna membekali warga binaan dengan keterampilan kerja yang dapat digunakan setelah mereka bebas.
“Koordinasi ini penting sebagai upaya kami menghadirkan pembinaan yang tepat guna. Dengan pelatihan dari pihak profesional seperti BLK, kami berharap warga binaan memiliki keahlian yang diakui dan siap berdaya saing setelah keluar dari Lapas,” ujar Kasi Binadik dan Giatja.
Beberapa jenis pelatihan yang dibahas antara lain di bidang pertukangan dan pengelasan, perikanan lele, peternakan ayan, serta peternakan kambing, yang disesuaikan dengan minat dan potensi warga binaan. Pelatihan ini juga akan difokuskan pada peningkatan soft skill, etos kerja, dan mental kewirausahaan.
Pihak BLK Mojokerto menyambut baik kerja sama ini dan menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh program pembinaan kemandirian sebagai bagian dari kontribusi terhadap reintegrasi sosial mantan narapidana.
Melalui kolaborasi ini, Lapas Mojokerto berharap dapat mencetak lebih banyak warga binaan yang tidak hanya taat aturan, tetapi juga memiliki bekal keterampilan nyata yang dapat menjadi pintu masuk menuju kehidupan yang lebih produktif dan mandiri setelah masa pidana berakhir.
Mojokerto
(Narko)












