Mojokerto, Locusdelictinews|
Keberadaan tower telekomunikasi seringkali menjadi topik yang diperdebatkan. Dampak estetika pada lingkungan seringkali membuat warga sekitar tower merasa terganggu oleh berbagai hal, seperti radiasi, dan suara.
Kompensasi warga dari tower telekomunikasi adalah isu penting yang perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak. Warga, pemilik tower, dan pemerintah harus bekerja sama untuk mencari solusi yang adil dan dapat diterima oleh semua pihak. Dan kompensasi kerap kali menjadi pemicu ataupun konflik warga sekitar.
Seperti halnya yang terjadi pada Warga dsn. Pasinan Kulon Ds. Kupang Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto. Atas kesepakatan warga, pagar BTS PT. EMA di gembok dan petugas Tower di larang masuk lokasi.
Dari hasil investigasi tim media ini, didapat keterangan dari beberapa narasumber/warga sekitar alasan Pagar BTS tower PT. EMA di gembok.
PT. Epid Menara Assetco (EMA) yang merupakan anak usaha dari Edge Point Group. Di duga telah ingkari janji kompensasi terhadap warga terdampak. Di mana dari hasil kesepakatan janji kompensasi Rp. 1.000.000/tahun dan di berikan kepada 25 rumah/KK sekitar Tower.
” PT. EMA tidak memberikan kompensasi sejak Juli 2024, sesuai perjanjian dengan 25 warga/KK, pihak PT EMA harusnya memberi kompensasi 1.000.000/tahun dan di berikan kepada 25 KK, namun sampai Juni 2025 ini pihak PT. EMA tidak memberikan kompensasi tersebut”, terang warga.
Sementara konfirmasi dari salah satu Perangkat desa (Kasun) saat menemui tim awak media ini di lokasi, mengatakan bahwa masalah kompensasi seharusnya udah di lakukan bulan 7 tanggal 29 tahun 2024 tapi nyatanya sampai sekarang Juni 2025 tidak ada kejelasan soal kompensasi dari PT EMA dan warga sudah dikumpulkan oleh pihak PT EMA yang bernama Aditya dan sudah menandatangani kesepakatan serta memberikan foto copy ktp dengan di janjikan kompensasi sebesar 1jt/pertahun per rumah, ada sebanyak 25 rumah yang mendapatkan kompensasi tapi sampai sekarang belum ada akhirnya warga sepakat untuk menyegel tower PT. EMA,” terangnya.
#Bersambung…
(Tim)













